HUJAN SENDU DI MALAM JUM'AT KELABU
PENULIS : DEDI RISWANTO
PENGURS KOMISARIAT STAI MB
KABID PTKP
Ada yang bilang kalau "hujan adalah kesedihan".
Ada juga yang bilang "hujan itu tangisan"
Dan adapula yang bilang "kalau hujan itu menyebalkan"
Dari beberapa ungkapan diatas, saya menyimpulkan kalau sebagian orang khususnya anak muda menyatakan kalau mereka tidak menyukai hujan, apalagi yang baru putus cinta dan mereka-mereka yang sedang galau karena patah hati ditinggal oleh sang pujaan hati.
Pada kenyataannya Hujan itu sebenarnya adalah rahmat, tapi juga bisa menjadi laknat jika hujannya terlalu deras sehingga menimbulkan bencana. Iya bencana, bencana pada umumnya. bencana alam, dan termasuk bencana hati.
Malam ini aku termasuk salah satu orang yang tidak menyukai hujan. karena hujan yang turun malam ini telah membuat bencana dalam hatiku.
Bencana yang menciptakan Jarak. jarak yang memisahkan, jarak yang membuatnya seakan terasa makin jauh.
Kupandangi setiap tetes air yang jatuh dari langit dari balik jendela kamar yang dibatasi kaca, aku seperti melihatmu ada didalam tetesan itu, dengan paras ayu dan senyuman manis yang melingkar dipipi lembutmu .
Kau seperti memanggilku untuk datang padamu. kau seolah-olah memaksaku melangkah keluar rumah untuk berdiri di tengah derasnya hujan bersama bayangmu, dan dengan bodohnya aku sadari aku telah melakukan kemauanmu.
Saat aku melakukan itu, ternyata hujan malam ini berbeda seperti apa yang pernah aku kenal dimasa kecil, dimana saat itu hujan adalah kebahagiaan.
Aku berdiri ditengah derasnya hujan disertai angin sejuk yang seakan menembus jantung karena dinginnya, aku rasakan setiap tetes yang jatuh di atas kepalaku dengan penuh penghayatan berharap bisa mengurangi rasa sakit karena rindu, tetapi tetesan hujan terasa seperti butiran kaca yang keras, yang membuat semakin hancur hati ini.
Ingin aku berteriak, tapi suaraku telah lebih dulu meninggalkanku. Yang tinggal kini hanya aku, hujan, dan air mata yang pelahan mulai jatuh. Terasa hangat saat mengalir di pipi. Air mata itu terus jatuh mengiringi teriakan hati.
Air mata rindu, air mata kesal, air mata benci, air mata cinta, air mata....... Karena saking banyaknya air mata yang tumpah malam ini, membuat aku lupa nama-nama air mata mana saja yang telah aku teteskan.
Suara petir yang menggelegar disertai kilatan cahaya menyadarkan dan membawaku ketempat yang lebih aman dari air mata, tapi tetap tak mampu membendung luapan rindu dan jeritan hati yang terus menyebut namamu.
Apalah arti air mata ini..?
Apalah arti rindu ini.......?
Apalah arti jeritan hati..?
Bisakah bahasa isyarat membuatmu mengerti.???
Dapatkah kau merasakan ada yang menjerit memanggil namamu dari dalam hati???
Bodohnya diriku yang tak pernah berani tuk mengungkapkan perasaan itu.
Hujan malam ini membuat hatiku terasa mati. Tapi tetap ku ucapkan terima kasih kepada yang maha kuasa karena hujan yang telah membuatku menangis juga telah menyadarkanku dari tidur panjangku.......




Post a Comment